Hari kiamat disebut juga dengan Yaumul Hasroh, yaitu Hari Penyesalan. Karena banyak penyesalan yg terjadi pada hari tersebut. 3 DIANTARANYA ADALAH YG DISEBUTKAN DALAM AYAT-AYAT BERIKUT : 1. Ingin beramal shaleh - Yg sudah beramal, menyesal kenapa tidak lebih banyak beramal.
وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا “Dan ayah mereka adalah seorang yang saleh.” Allah menjelaskan bahwa tembok itu ditegakkan agar harta kedua anak yatim tersebut tetap terjaga sampai mereka dewasa. Dalam penjelasan tentang hikmah itu, Allah menyebutkan kesalehan ayah mereka.
Dalam bahasa Arab, kata umm berarti ibu. Kata ini juga digunakan dalam sejumlah ungkapan untuk menunjukkan sesuatu yang menjadi pokok, asal, induk, atau pusat bagi hal-hal lainnya. Tentu, makna tersebut perlu dipahami sesuai konteks penggunaannya. Perhatikan beberapa contoh dalam Al-Qur'an: أُم
“Kenapa hidupku terasa sempit? Kenapa hati ini gelisah? Kenapa hidup rasanya berat sekali?” Allah ﷻ berfirman: وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)
Datang Terlambat, Ikut Jamaah atau Buat Jamaah Baru? Dalam Fath al-Mu‘în disebutkan: وَيُسَنُّ لِجَمْعٍ حَضَرُوا وَالْإِمَامُ قَدْ فَرَغَ مِنَ الرُّكُوعِ الْأَخِيرِ أَنْ يَصْبِرُوا إِلَى أَنْ يُسَلِّمَ “Disunnahkan bagi sekelompok orang yang datang ketika imam telah selesai dari rukuk terakhir unt
Nikmati secukupnya, jangan semuanya dan semaunya. Karena sesuatu yang memiliki batas sering kali justru lebih terasa nikmat. Kopi terasa nikmat karena kita meminumnya secangkir, bukan segalon. Mie ayam terasa lezat karena disajikan semangkuk, bukan sebaskom.
Nikmat yang Baru Terasa Setelah Hilang, Ada banyak hal dalam hidup yang baru terasa sebagai nikmat setelah ia tidak lagi kita miliki. Kita mengeluh karena lelah bekerja, padahal di balik lelah itu ada nikmat pekerjaan dan penghasilan. Kita mengeluh karena harus terus membereskan rumah
Ada kisah menarik dari al-Qâdhî Abû Syujâ‘, ulama yang sangat dikenal melalui matan fikihnya, al-Ghâyah wa al-Taqrîb. Beliau dikisahkan memiliki usia yang sangat panjang, sekitar 160 tahun, dari 433 H hingga 593 H. Menariknya, meskipun telah mencapai usia setua itu, anggota tubuh beliau tetap sehat