RUMAH QUR'AN QURROTA A'YUN
Blueprint Pendidikan Markaz Qur'an
PROFIL LULUSAN DAN LANDASAN MANUSIA
RABBANI DAN BERADAB RQQA
Tantangan Santri — Profil Lulusan Ideal — Visi & Misi —
Konsep Rabbani, Beradab, dan 10 Karakter Utama
Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Profil Lulusan Ideal
Berdasarkan pemetaan tantangan di atas, profil lulusan ideal RQQA dirumuskan ke dalam dua belas karakter utama berikut.
1. Hamba Allah yang Kokoh Iman dan Tauhidnya
Lulusan memiliki pemahaman tauhid yang benar dan menjadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai pusat orientasi kehidupannya. Ia memahami bahwa hidup adalah ibadah dan setiap pilihan kehidupan harus diarahkan untuk mencari ridha Allah. Ia memiliki kesadaran muraqabah, sehingga mampu menjaga dirinya ketika berada di dalam maupun di luar pengawasan manusia.
2. Ahlul Qur'an yang Hidup Bersama Al-Qur'an
Lulusan memiliki hubungan yang kuat dengan Al-Qur'an melalui: tilawah, tahsin, tahfizh, muraja'ah, tadabbur, pemahaman, pengamalan, pengajaran, dan dakwah. Al-Qur'an tidak berhenti sebagai hafalan di dada, tetapi menjadi pedoman berpikir, bersikap, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupan.
3. Manusia yang Rabbani dan Beradab
Lulusan memiliki keterikatan yang kuat dengan Allah melalui ilmu, iman, ibadah, dan proses mulāzamah ilmu syar‘i. Ia menjadikan ilmu sebagai jalan untuk semakin mengenal Allah, memperbaiki diri, dan membimbing kehidupannya. Lulusan memiliki adab kepada Allah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم, Al-Qur'an, ilmu, guru, masyaikh, orang tua, teman, masyarakat, dan lingkungan. Ia mampu menempatkan sesuatu sesuai kedudukannya serta memiliki kebiasaan menjaga ucapan, sikap, waktu, amanah, dan tanggung jawab. Adab tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi karakter yang tercermin dalam ucapan, sikap, kebiasaan, penggunaan waktu, penjagaan amanah, dan tanggung jawab sehari-hari.
4. Penuntut Ilmu yang Serius dan Mandiri
Lulusan memiliki kecintaan terhadap ilmu dan tradisi belajar yang kuat. Ia terbiasa membaca, menghafal, menelaah, bertanya, berdiskusi, mencatat, melakukan tabayyun, belajar kepada guru dan masyaikh, serta melanjutkan proses belajar secara mandiri. Ia memahami bahwa kelulusan dari RQQA bukan akhir dari perjalanan ilmu, melainkan awal dari tanggung jawab untuk terus belajar, mengamalkan, dan mengembangkan ilmu.
5. Pemikir yang Kritis, Bijak, dan Solutif
Lulusan tidak hanya mampu menerima informasi, tetapi mampu mengolahnya dengan baik. Ia mampu mengajukan pertanyaan, berdiskusi, menganalisis, membedakan fakta dan opini, memeriksa sumber, memahami akar masalah, menyusun argumentasi, mencari solusi, menerima kritik, dan mengambil keputusan secara matang. Ia tidak mudah mengikuti informasi atau pendapat tanpa tabayyun dan tidak selalu bergantung pada jawaban instan ketika menghadapi persoalan baru.
6. Pribadi yang Memiliki Visi Hidup yang Jelas
Lulusan memahami: siapa dirinya, untuk apa ia hidup, apa yang harus ia kuasai, ke mana ia akan melangkah, dan apa yang ingin ia kontribusikan kepada umat. Ia tidak meninggalkan RQQA dalam keadaan bingung tentang masa depannya, tetapi memiliki gambaran yang realistis mengenai pilihan pendidikan, profesi, dakwah, kewirausahaan, atau bidang pengabdian yang sesuai dengan potensi dan amanah hidupnya. Ia memiliki target dan rencana pengembangan diri yang dapat terus dievaluasi dan diperbaiki.
7. Mampu Hidup dalam Amal Jama'i
Lulusan mampu menjadi bagian dari sebuah jamaah dan bekerja untuk tujuan bersama. Ia terbiasa menerima arahan, menjalankan amanah, bekerja sama, bermusyawarah, menyelesaikan masalah, mengambil tanggung jawab, memimpin, dan membina. Ia mampu menerima keputusan bersama, menghargai perbedaan, mengutamakan kepentingan bersama, dan tidak menjadikan ego pribadi sebagai penghalang amal.
8. Memiliki Jiwa Kepemimpinan dan Kemampuan Komunikasi
Lulusan memiliki keberanian dan kemampuan untuk berbicara, menyampaikan ilmu, mengajar, memimpin kegiatan, dan berkomunikasi dengan berbagai kalangan. Ia mampu menyampaikan gagasan dengan baik, mendengarkan orang lain, memahami kondisi lawan bicara, dan menyampaikan kebaikan dengan cara yang tepat. Ia tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pengikut yang baik, tetapi juga memiliki kesiapan menjadi pemimpin yang amanah ketika mendapatkan tanggung jawab.
9. Pribadi yang Disiplin, Mandiri, dan Terampil
Lulusan memiliki kedisiplinan yang kuat dalam menjalankan jadwal, menepati waktu, menaati aturan, serta menjaga konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab meskipun tanpa pengawasan langsung. Ia mampu mengelola dirinya dan tidak bergantung secara berlebihan kepada orang lain. Ia memiliki kemampuan dasar dalam mengatur waktu, mengelola keuangan, menyelesaikan persoalan, bekerja, mengembangkan keterampilan, menjaga kesehatan, mengambil keputusan, dan mencari nafkah yang halal. Ia memiliki kesiapan untuk bekerja, mengembangkan profesi, atau berwirausaha sesuai dengan kemampuan dan potensinya. Kemandirian dan kedisiplinan tersebut tidak diarahkan kepada kehidupan individualistis, tetapi agar ia mampu menjalankan amanah, menjaga kehormatan diri, membantu keluarga, dan berkhidmah kepada masyarakat.
10. Pribadi yang Sehat, Kuat, dan Tangguh
Lulusan memiliki kesadaran bahwa kesehatan dan kekuatan jasmani merupakan bagian dari amanah Allah. Ia terbiasa menjaga kesehatan, berolahraga, menjaga pola hidup, dan memiliki keterampilan fisik dasar seperti berenang serta keterampilan lain yang relevan dengan kebutuhan kehidupan. Ia juga memiliki ketangguhan dalam menghadapi kesulitan, kegagalan, perubahan lingkungan, tekanan, dan berbagai tantangan kehidupan.
11. Berbakti kepada Orang Tua dan Siap Membangun Keluarga
Lulusan memiliki kesadaran kuat untuk berbakti dan berkhidmah kepada kedua orang tua. Ia memahami tanggung jawab sebagai anggota keluarga dan memiliki kesiapan untuk menjadi pasangan dan orang tua yang baik. Ia dipersiapkan untuk menjadikan keluarga sebagai tempat tumbuhnya iman, ilmu, adab, kasih sayang, pendidikan, dan ketenangan, serta mampu membangun hubungan keluarga dengan komunikasi, tanggung jawab, dan akhlak yang baik.
12. Dai, Muslih dan Pelayan Umat
Lulusan tidak hanya berusaha menjadi orang baik, tetapi juga berusaha memberikan kebaikan kepada orang lain. Ia memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat, keberanian untuk mengambil peran, kemampuan bekerja sama dengan berbagai pihak, serta kesiapan menggunakan ilmu, waktu, kemampuan, dan profesinya untuk berdakwah, melakukan perbaikan (islah), dan berkhidmah kepada umat. Ia diharapkan menjadi pribadi yang nafi‘ li ghairihi — memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, dan peradaban.