Daftar SPMB Sekarang Masuk

© 2026 Qurrota A'yun

Fun Fact tentang كَلَّا dalam Al-Qur’an
Inspirasi

Fun Fact tentang كَلَّا dalam Al-Qur’an

zsa
Zaidan Salman Alfarisiy
Penulis
3 menit baca

Fun Fact tentang كَلَّا dalam Al-Qur’an Ada beberapa hal menarik lainnya. Kata كَلَّا muncul 33 kali dan tersebar dalam 15 surah. Seluruh kemunculannya berada di paruh akhir Al-Qur’an. Dua kemunculan pertamanya terdapat menjelang akhir Surah Maryam, di Juz 16. Lebih menarik lagi,

Ada satu fun fact Al-Qur’an yang mungkin jarang diperhatikan.

Kata كَلَّا disebut sebanyak 33 kali dalam Al-Qur’an dan tersebar di 15 surah. Tetapi persebarannya sangat tidak merata.

Seluruh كَلَّا berada di setengah akhir Al-Qur’an. Dua kemunculan pertamanya baru kita temukan menjelang akhir Surah Maryam di Juz 16.

Bahkan dari 33 kemunculan tersebut, 27 di antaranya terdapat hanya dalam dua juz terakhir Al-Qur’an.

Hanya empat surah yang menyebut كَلَّا satu kali. Selebihnya ada yang menyebutnya dua, tiga, bahkan empat kali.

Tapi yang lebih menarik bukan sekadar jumlahnya.

Semua كَلَّا dalam Al-Qur’an terdapat pada surah Makkiyyah. Tidak ada satu pun dalam surah Madaniyyah.

Saking khasnya, keberadaan kata كَلَّا bahkan disebut sebagai salah satu ciri yang diperhatikan para ulama ketika membahas Makkiyyah dan Madaniyyah.

Imam al-Dîrînî merangkumnya dalam nazham:

وَمَا نَزَلَتْ كَلَّا بِيَثْرِبَ فَاعْلَمَنْ
وَلَمْ تَأْتِ فِي الْقُرْآنِ فِي نِصْفِهِ الْأَعْلَى

Kurang lebih maknanya: ketahuilah bahwa كَلَّا tidak turun di Yatsrib (Madinah), dan ia juga tidak terdapat pada separuh pertama Al-Qur’an.

Pertanyaannya: kenapa?

Kenapa di Mekkah banyak sekali كَلَّا, sementara setelah hijrah ke Madinah kata ini menghilang?

Salah satu cara menarik untuk membacanya adalah dengan melihat perbedaan karakter dakwah pada kedua fase tersebut.

Di Mekkah, Nabi ﷺ berhadapan dengan masyarakat yang berbagai penyimpangannya bukan hanya dilakukan secara individual, tetapi telah menjadi bagian dari tatanan sosial. Kesyirikan, kezaliman, kesombongan kelas elite, dan berbagai keyakinan batil dipertahankan oleh orang-orang yang memiliki pengaruh dan kekuasaan.

Ketika kebatilan dilakukan penguasa lalu dinormalisasi masyarakat, yang dibutuhkan terkadang bukan kalimat kompromistis.

Tetapi statement yang memutus normalisasi itu:

كَلَّا.

Tidak.

Bukan begitu.

Jangan anggap ini normal.

Masyarakat perlu dibuat aware bahwa sesuatu yang selama ini dianggap biasa ternyata keliru sejak dasarnya.

Ketika dakwah berpindah ke Madinah, karakter persoalannya pun berubah. Di sana terdapat komunitas Yahudi yang dalam banyak ayat digambarkan bukan semata-mata tidak mengetahui, tetapi mengetahui lalu membantah, menyembunyikan, atau tetap bersikeras.

Kalau persoalannya sudah sampai pada level ngeyel setelah tahu, fokusnya tentu berbeda.

Pada fase Madinah, wahyu semakin banyak berbicara tentang hukum, masyarakat, keluarga, perang dan damai, relasi antarkelompok, serta pembangunan sebuah tatanan kehidupan berdasarkan syariat.

Kalau mau dibahasakan agak santai:

Nggak perlu terus-terusan debat. Fokus menegakkan syariat dan membangun “Madinah Emas”.

Tentu ini adalah pembacaan kontekstual, bukan berarti keberadaan atau ketiadaan satu kata sendirian dapat merangkum seluruh perbedaan dakwah Mekkah dan Madinah.

Tetapi dari sini kita bisa melihat sesuatu yang menarik: bahkan persebaran sebuah kata dalam Al-Qur’an dapat membuka pintu untuk memahami karakter sebuah fase dakwah.

Mungkin itu pula sebabnya كَلَّا terasa begitu khas.

Ia pendek, keras, dan memutus.

Ketika sebuah masyarakat terlalu lama hidup bersama kebatilan sampai kebatilan itu terasa normal, kadang yang pertama kali dibutuhkan memang bukan uraian panjang.

Kadang yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengatakan:

كَلَّا.

Enough.

Bagikan artikel ini

Diskusi

Tanya Jawab Artikel Ini

Anda harus masuk terlebih dahulu untuk mengajukan pertanyaan.

Masuk untuk Bertanya
Komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Sudah punya akun? Masuk untuk berkomentar dengan nama akun Anda.

Punya cerita untuk dibagikan?

Bergabunglah menjadi author dan terbitkan tulisan Anda di Qurrota A'yun.

💬 Tanya Dong!