Daftar SPMB Sekarang Masuk

© 2026 Qurrota A'yun

Kehidupan mu bukan untuk konsumsi publik
Inspirasi

Kehidupan mu bukan untuk konsumsi publik

RR
Rifqi Rashidi
Penulis
3 menit baca

Dalam riwayat lain, pertanyaannya berbunyi, “Bagaimana engkau mendapati istrimu?” Salman pun marah dan berkata : “Mengapa salah seorang dari kalian bertanya secara berlebihan, sampai-sampai menanyakan sesuatu yang terjadi di balik pintu-pintu rumah? Cukuplah bagi seseorang dari kalian

Di zaman sekarang, banyak orang merasa harus menceritakan segala hal tentang hidupnya. Apa yang dilakukan, dengan siapa pergi, masalah pribadi, bahkan urusan rumah tangga pun terkadang dijadikan bahan obrolan. Seolah-olah semua hal harus diketahui orang lain.

Padahal, tidak semua hal dalam hidupmu harus diketahui publik. Ada hal-hal yang cukup menjadi urusanmu sendiri.

Salman Al Farisi رضي الله عنه menikah.

Ketika ia telah menemui istrinya pada malam pertama, keesokan harinya ia keluar menemui orang-orang.

Seseorang bertanya kepadanya, “Bagaimana keadaanmu, wahai Abu Abdillah?”

Salman menjawab, “Baik, segala puji bagi Allah Ta'ala.”

Orang itu kembali bertanya, “Bagaimana keadaanmu? Dan bagaimana malammu tadi?”

Dalam riwayat lain, pertanyaannya berbunyi, “Bagaimana engkau mendapati istrimu?”

Salman pun marah dan berkata :

“Mengapa salah seorang dari kalian bertanya secara berlebihan, sampai-sampai menanyakan sesuatu yang terjadi di balik pintu-pintu rumah? Cukuplah bagi seseorang dari kalian untuk menanyakan hal-hal yang tampak dari luar!” 📚 Hilyatul Aulia’ wa Thabaqatul Ashfiya’ (1/185).

📝Pelajaran ini relevan banget dengan kehidupan kita hari ini.

Teman dekat bukan berarti berhak mengetahui semua rahasia kita. Teman sekelas bukan berarti boleh bertanya tentang segala urusan pribadi. Bahkan kepada orang yang kita percaya sekalipun, tetap ada batasan yang perlu dijaga.

Contohnya, ketika seseorang baru menikah, tidak pantas jika ia terus-menerus ditanya tentang malam pertamanya. Begitu pula urusan rumah tangga, konflik keluarga, kehidupan ranjang, dan masalah pribadi lainnya. Semua itu bukan bahan candaan atau konsumsi publik.

Mari kita biasakan memiliki muruah dan batasan dalam hal hal privasi diruang publik,ingat teman sekelas mu bukan lah orang yang berhak untuk mengetahui semua sudut pojok ruang hidup mu.

Sebab, kehidupanmu bukan untuk memenuhi rasa penasaran manusia, melainkan amanah yang perlu kamu jaga dengan baik.

Semoga Allah menjaga kehormatan kita, menutup aib kita, dan membimbing kita agar bijak dalam berbicara maupun menjaga rahasia. آمين 🤲🏻

Bagikan artikel ini

Diskusi

Tanya Jawab Artikel Ini

Anda harus masuk terlebih dahulu untuk mengajukan pertanyaan.

Masuk untuk Bertanya
Komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Sudah punya akun? Masuk untuk berkomentar dengan nama akun Anda.

Punya cerita untuk dibagikan?

Bergabunglah menjadi author dan terbitkan tulisan Anda di Qurrota A'yun.

💬 Tanya Dong!