Selamat Datang dalam Islam
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk diberi petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam.”
QS. Al-An'ām [6]: 125
Nikmat Terbesar adalah Hidayah
Dalam hidup manusia, ada banyak nikmat yang datang silih berganti: kesehatan, rezeki, keluarga, ilmu, dan pekerjaan. Namun dari semua nikmat itu, ada satu yang jauh melampaui yang lain, yaitu nikmat hidayah, nikmat mengenal Allah dan mengenal jalan yang benar. Nikmat ini istimewa karena tidak semua orang mendapatkannya, walau ia memiliki harta yang berlimpah atau kedudukan yang tinggi.
Ayat di atas menjelaskan sesuatu yang penting untuk Anda pahami sejak awal: hidayah yang Anda rasakan sekarang bukan semata-mata hasil usaha Anda sendiri, melainkan pemberian langsung dari Allah. Anda mungkin telah membaca, bertanya, merenung, dan mencari selama bertahun-tahun. Semua usaha itu baik dan bernilai. Namun pada akhirnya, yang melapangkan dada Anda untuk menerima Islam adalah Allah semata. Memahami hal ini akan membuat hati Anda dipenuhi rasa syukur, bukan rasa bangga.
Sebagian mualaf merasa perjalanannya menuju Islam adalah sesuatu yang berat dan panjang: pertentangan dalam hati, pertanyaan yang tidak kunjung terjawab, bahkan penolakan dari orang-orang terdekat. Jika Anda mengalami hal itu, ketahuilah bahwa itu semua adalah bagian dari proses yang dilalui banyak orang sebelum Anda. Dan pada akhirnya, Allah memberikan jalan keluar berupa cahaya bernama Islam.
Apa yang Terjadi Setelah Mengucapkan Syahadat?
Ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan, “asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh” (aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah), maka pada saat itu juga ia telah resmi menjadi seorang Muslim. Tidak diperlukan upacara khusus, tidak diperlukan surat keterangan dari lembaga mana pun. Yang menjadi penentu adalah keyakinan hati yang diucapkan oleh lisan.
Setelah syahadat diucapkan, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Pertama, seluruh dosa yang pernah dilakukan sebelum masuk Islam telah diampuni oleh Allah, sebagaimana akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian akhir bab ini. Kedua, Anda kini memiliki kewajiban dan hak yang sama dengan Muslim lainnya, tidak ada perbedaan tingkatan antara Muslim yang baru masuk Islam kemarin dengan Muslim yang lahir dari keluarga Muslim. Ketiga, Anda mulai memiliki tanggung jawab untuk belajar dan mengamalkan ajaran Islam secara bertahap, sesuai kemampuan.
Pertanyaan yang Sering Muncul
1. “Apakah saya perlu mengucapkan syahadat di depan orang banyak?” Tidak wajib. Syahadat sah diucapkan sendiri di antara Anda dan Allah. Namun mengucapkannya di hadapan ustaz, pembina, atau saksi Muslim lain dianjurkan, agar ada yang membantu Anda pada langkah-langkah berikutnya dan agar tercatat sebagai bagian dari komunitas.
2. “Apakah saya harus mengganti nama?” Mengganti nama tidak wajib, kecuali jika nama tersebut mengandung makna yang bertentangan dengan akidah Islam (misalnya nama yang berarti penghambaan kepada selain Allah).
Keutamaan Seorang Mualaf
Islam memberikan kedudukan yang mulia bagi seseorang yang berhijrah menuju kebenaran. Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda tentang keutamaan orang yang beriman dalam keadaan sulit dan penuh tantangan, sebagaimana yang sering dialami mualaf di tengah masyarakat yang belum memahami Islam.
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam bermula dalam keadaan asing, dan akan kembali asing sebagaimana permulaannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing (dalam mempertahankan agamanya).”
HR. Muslim, dari sahabat Abū Hurairah radhiyallahu 'anhu¹
Sebagian ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud “orang-orang yang asing” dalam hadis ini adalah mereka yang tetap teguh berpegang pada kebenaran walau berada di tengah lingkungan yang tidak mendukung, atau bahkan menentang. Seorang mualaf sering berada tepat dalam kondisi ini: mempertahankan Islam di tengah keluarga atau lingkungan yang belum memahaminya. Kedudukan seperti ini disebutkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagai sesuatu yang beruntung, bukan sesuatu yang harus disesali.
Selain itu, seorang mualaf yang belajar dan beribadah dengan sungguh-sungguh, meski dengan pengetahuan yang masih terbatas, memiliki keutamaan tersendiri karena usahanya menempuh jalan yang belum ia kenal sebelumnya. Allah menilai bukan hanya hasil, tetapi juga kesungguhan proses seorang hamba dalam mencari kebenaran.
Islam Menghapus Dosa-Dosa Sebelumnya
أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْإِسْلَامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ
“Tidakkah engkau tahu bahwa Islam menghapuskan (dosa-dosa) yang terjadi sebelumnya?”
HR. Muslim, dari sahabat 'Amr bin Al-'Āsh radhiyallahu 'anhu²
Hadis ini disampaikan Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada sahabat 'Amr bin Al-'Āsh radhiyallahu 'anhu, tidak lama setelah beliau masuk Islam. Ketika itu 'Amr meminta Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk membaiatnya dengan syarat diampuni dosa-dosanya. Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikan kabar gembira ini: bahwa Islam menghapuskan seluruh dosa yang dilakukan sebelum seseorang masuk Islam.
Ini adalah salah satu kabar gembira terbesar bagi Anda yang baru memeluk Islam. Apa pun yang pernah Anda lakukan di masa lalu, betapa pun beratnya di mata Anda sendiri, semua itu telah diampuni oleh Allah pada saat Anda mengucapkan syahadat dengan penuh keyakinan. Anda memulai lembaran yang benar-benar baru dan bersih, seperti bayi yang baru lahir.
Yang perlu Anda perhatikan sekarang bukan lagi masa lalu, melainkan langkah selanjutnya: bagaimana menjaga lembaran baru ini agar tetap bersih, dengan belajar dan beribadah sedikit demi sedikit, serta menjauhi dosa-dosa baru semampu Anda. Jika suatu hari Anda tergelincir dalam kesalahan, itu adalah hal yang manusiawi. Allah Maha Pengampun, dan pintu tobat senantiasa terbuka bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya.
Islam Melestarikan Amal Baik yang Telah Dilakukan Sebelumnya
Ada satu kabar gembira lain yang perlu Anda ketahui, agar semakin lengkap pemahaman Anda tentang bagaimana Islam memperlakukan masa lalu seseorang. Islam tidak menghapuskan amal-amal baik yang pernah Anda lakukan ketika belum memeluk Islam. Sebaliknya, kebaikan-kebaikan itu tetap dihitung dan dilestarikan oleh Allah.
Seorang sahabat Nabi bernama Hakim bin Hizām radhiyallahu 'anhu pernah bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang hal ini.
قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ أَشْيَاءَ كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ مِنْ صَدَقَةٍ أَوْ عَتَاقَةٍ أَوْ صِلَةِ رَحِمٍ، فَهَلْ فِيهَا مِنْ أَجْرٍ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ مِنْ خَيْرٍ
“Wahai Rasulullah, apakah engkau memandang perbuatan-perbuatan baik yang aku lakukan sewaktu masa Jahiliah—seperti sedekah, membebaskan budak, atau menyambung silaturahmi—tetap mendapat pahala? Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab: Engkau telah masuk Islam beserta semua kebaikanmu yang dahulu.”
HR. Al-Bukhārī, Kitāb Az-Zakāh, no. 1436; dan Muslim, Kitāb Al-Īmān, no. 123³
Jawaban Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada Hakim bin Hizām radhiyallahu 'anhu ini sangat menenangkan. Kebaikan-kebaikan yang pernah Anda lakukan sebelum mengenal Islam, seperti berbuat baik kepada orang tua, menolong sesama, bersedekah, menyambung silaturahmi, atau kejujuran dalam pekerjaan, semua itu tidak sia-sia. Allah tetap mencatat dan menghargainya.
Jadi, ada dua kabar gembira yang berjalan beriringan bagi seorang mualaf: dosa-dosa masa lalu telah dihapuskan, sementara kebaikan-kebaikan masa lalu tetap dilestarikan. Anda tidak memulai dari nol yang kosong, melainkan dari nol yang bersih namun tetap membawa bekal kebaikan yang pernah Anda tanam. Ini adalah bentuk keadilan sekaligus kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Ringkasan
Poin-Poin Penting Bab Ini
1. Hidayah adalah nikmat terbesar, pemberian dari Allah, bukan semata-mata hasil usaha sendiri.
2. Syahadat yang diucapkan dengan yakin menjadikan seseorang sah sebagai Muslim, dengan hak dan kewajiban yang sama seperti Muslim lainnya.
3. Seorang mualaf yang teguh mempertahankan Islam di tengah lingkungan yang belum mendukung memiliki keutamaan khusus di sisi Allah.
4. Islam menghapuskan seluruh dosa yang dilakukan sebelum seseorang memeluknya. Lembaran hidup dimulai kembali dari awal, bersih dan baru.
5. Islam tidak menghapuskan kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan sebelum memeluk Islam. Kebaikan tersebut tetap dicatat dan dihargai oleh Allah.
Amalan
Sebagai langkah pertama, lakukan tiga hal berikut hari ini:
1. Ucapkan syukur kepada Allah dengan kalimat “alhamdulillah”, sebanyak yang Anda mau, sambil merenungkan nikmat hidayah yang telah Anda terima.
2. Catat tanggal hari ini di buku catatan Anda sebagai hari lahir baru Anda dalam Islam. Banyak mualaf yang kelak merasa haru mengenang tanggal ini setiap tahunnya.
3. Jika Anda belum melakukannya, temui satu orang Muslim yang Anda percaya (ustaz, ustazah, atau pembina mualaf) untuk memberi tahu bahwa Anda telah memeluk Islam, agar mereka bisa mendampingi langkah-langkah Anda berikutnya.
Referensi
HR. Muslim, Kitab Al-Īmān, hadis tentang keterasingan Islam. (Nomor hadis akan disesuaikan dengan edisi rujukan pada penyuntingan akhir.)
HR. Muslim, Kitab Al-Īmān, hadis dari 'Amr bin Al-'Āsh tentang baiatnya masuk Islam. (Nomor hadis akan disesuaikan dengan edisi rujukan pada penyuntingan akhir.)
HR. Al-Bukhārī, Kitāb Az-Zakāh, no. 1436; dan Muslim, Kitāb Al-Īmān, no. 123, dari sahabat Ḥakīm bin Ḥizām radhiyallahu 'anhu.