Tahukah kamu? Panggilan pertama Allah untuk ahlul iman di dalam Al-Qur'an? Ya benar, ada di Al Baqarah: 104.
{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقُولُوا۟ رَ ٰعِنَا وَقُولُوا۟ ٱنظُرۡنَا وَٱسۡمَعُوا۟ۗ وَلِلۡكَـٰفِرِینَ عَذَابٌ أَلِیمࣱ }
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, Rā'inā, tetapi katakanlah, Unẓurnā, dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih. [Surat Al-Baqarah: 104]
Penjelasan singkat:
Apa bedanya Rā'inā dan Unẓurnā? Kenapa Allah menjadikan masalah ini jadi hal pertama yang wajib dibahas dengan orang beriman di dalam Al-Qur'an?
Kalau memakai bahasa anak sekarang, kurang lebih begini:
Bayangkan seorang santri sedang belajar kepada gurunya, kemudian si santri nyela di tengah penjelasan guru:
- Rā'inā: "Woy, bentar dong, Pak! Kita belum nangkep nih!"
- Unẓurnā: Pak, izin, boleh pelan-pelan? Kita masih proses memahami."
Sapaan pertama Allah untuk orang beriman ternyata soal bagaimana kita sopan bertutur kata dan berpikir berkali-kali dalam melontarkan redaksi pernyataan.
Jangan meniru ucapan kasar Yahudi, karna ternyata dalam tutur kata, seorang bisa jatuh dalam masalah Aqidah yaitu menyerupai akhlak mereka.
Iman kita diukur dari bagaimana kita sopan bertutur kata dan lembut dalam melempar pernyataan.