Sunah di hari Jumat itu bukan cuma membaca Al-Kahf, tapi juga MEMPERBANYAK bacaannya. Berapa kali disebut banyak? Tiga.
Mana dalilnya? Hadis keutamaan membaca Al-Kahf. Hadis pertama buat yang membaca di malam hari, hadis kedua di siang hari; jadi totalnya dua kali. Maka kalau baca dua kali, belum dibilang memperbanyak. Tambahin satu kali lagi.
Baca satu kali: dapat satu sunah dan satu fadilat; dua kali: satu sunah dan dua fadilat; tiga kali: dua sunah dan dua fadilat. Dengan catatan: bacanya sekali di malam hari, sekali di siang hari.
Dalil pertama: Keutamaan membaca Surah Al-Kahf pada malam Jumat
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ
“Barang siapa membaca Surah Al-Kahf pada malam Jumat, niscaya ia akan diterangi cahaya antara dirinya dan Baitul Atiq (Ka'bah).” (HR. Ad-Darimi; dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih al-Jami', no. 6471).
Dalil kedua: Keutamaan membaca Surah Al-Kahf pada hari Jumat
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
“Barang siapa membaca Surah Al-Kahf pada hari Jumat, niscaya Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jumat.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi; dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih al-Jami', no. 6470).
Kalau selawat?
Sunah yang khusus hari Jumat itu cuma satu, yaitu MEMPERBANYAK. Karena kalau sekadar berselawat, itu sunah harian.
Seberapa banyak? Tiga ratus, kata para ahli fikih.
Dalilnya? Saya nemu di Busyrâ al-Karîm: dikiaskan ke “memperbanyak Al-Kahf”.
Lho, kan cuma tiga, gimana bisa jadi tiga ratus?
Nah, yang ini saya belum ketemu—afîdûnî, rahimakumullah.
Dalil tentang memperbanyak selawat pada hari Jumat:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَ
“Perbanyaklah selawat kepadaku pada hari Jumat.”
(Diriwayatkan oleh Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm; riwayat ini juga dibahas oleh para ulama hadis).
Tapi saya kepikiran—wallahu a'lam—kalau angka seratus itu dikiaskan ke istigfar harian Nabi yang dalam riwayat Muslim itu jumlahnya seratus. Maka selawat harian juga harusnya seratus.
Dalil tentang istigfar Nabi ﷺ sebanyak seratus kali:
عَنْ الْأَغَرِّ الْمُزَنِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِي، وَإِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Sesungguhnya terkadang hatiku mengalami sesuatu, dan sungguh aku beristigfar kepada Allah seratus kali dalam sehari.” (HR. Muslim, no. 2702).
Sehingga sebagaimana Al-Kahf baru disebut banyak jika dibaca tiga kali, maka seratus selawat juga baru disebut banyak jika dibaca tiga kali lipatnya.
Jadi, tiga kali seratus: tiga ratus selawat.
Wallahu a'lam bish-shawab.