Allah azzawajalla berfirman tentang perjalanan Nabi Musa alaihissalam untuk mencari ilmu:
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّىٰ أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا
“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, ‘Aku tidak akan berhenti berjalan sebelum sampai ke pertemuan dua laut, atau aku akan berjalan terus sampai bertahun-tahun.’”
QS. Al-Kahfi: 60.
Imam Bukhari rahimahullah juga menyebutkan dalam Shahih-nya, pada bab Keluar untuk Menuntut Ilmu:
«وَرَحَلَ جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُنَيْسٍ فِي حَدِيثٍ وَاحِدٍ».
“Jabir bin Abdullah menempuh perjalanan selama satu bulan menuju Abdullah bin Unais demi mendapatkan satu hadis.”
HR. Bukhari, dalam Shahih-nya secara mu‘allaq.
🖋️ Lihatlah bagaimana Nabi Musa alaihissalam menempuh perjalanan panjang demi memperoleh ilmu, dan bagaimana Jabir bin Abdullah radhiallahu’anhuma rela melakukan perjalanan selama sebulan hanya untuk mendapatkan satu hadis.
Mereka memahami bahwa ilmu adalah sesuatu yang sangat berharga sehingga layak diperjuangkan dengan pengorbanan.
Lalu, bagaimana dengan kita? Berapa banyak waktu yang kita korbankan untuk belajar agama?
Berapa banyak rasa lelah yang kita tahan demi memahami satu ayat atau satu hadis?
Jangan sampai kita menginginkan ilmu yang tinggi, tetapi enggan menempuh jalan untuk mendapatkannya. Ilmu tidak akan diraih hanya dengan angan-angan, melainkan dengan kesungguhan, kesabaran, dan pengorbanan.
Dari postingan Syekh Shodiq AL Hasyimi dikasih sedikit penjelas oleh Ust Imad Syahid
1 hari 1hadis