Daftar SPMB Sekarang Masuk

© 2026 Qurrota A'yun

Hati-Hati Memilih Circle, Karena Kamu Bisa Jadi Seperti Mereka
Berita

Hati-Hati Memilih Circle, Karena Kamu Bisa Jadi Seperti Mereka

RR
Rifqi Rashidi
Penulis
3 menit baca

Dalam buku Atomic Habits, James Clear menjelaskan bahwa manusia cenderung meniru tiga kelompok orang: Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ: الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya.

Pernah nggak sih kamu merasa kebiasaanmu berubah gara-gara lingkungan? Awalnya suka belajar, lama-lama jadi malas karena teman-temanmu begitu. Atau tiba-tiba ingin membeli barang mahal karena melihat orang yang kamu kagumi memilikinya.

Dalam buku Atomic Habits, James Clear menjelaskan bahwa manusia cenderung meniru tiga kelompok orang:

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Maka, hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

1. Orang-orang terdekat.
Circle punya pengaruh besar terhadap kebiasaan kita. Kalau teman-temanmu suka belajar, olahraga, dan produktif, kamu bisa ikut terbawa. Sebaliknya, lingkungan yang suka menunda pekerjaan bisa membuatmu melakukan hal yang sama.

2. Orang-orang yang kita kagumi.
Kita cenderung meniru orang yang dianggap keren atau sukses. Contohnya, mengikuti rutinitas positif seorang influencer. Tapi hati-hati, jangan sampai ikut gaya hidup mewahnya hanya demi terlihat keren.

3. Orang-orang yang punya kekuasaan.
Kita juga sering meniru atasan, pemimpin, atau sosok dominan di lingkungan kita. Jika mereka disiplin dan menghargai orang lain, kita bisa belajar dari mereka. Namun, jangan menganggap semua perilaku orang berkuasa layak ditiru.

Jadi, pilihlah lingkungan dengan bijak. Bukan berarti kamu harus meninggalkan semua orang yang berbeda darimu, tetapi kamu perlu sadar bahwa orang-orang di sekitarmu ikut membentuk kebiasaan dan cara berpikirmu.

Jangan cuma ikut-ikutan agar diterima. Ambil kebiasaan baiknya, tinggalkan pengaruh buruknya, dan tetap punya prinsip sendiri.

Karena terkadang, untuk mengubah hidup, kamu bukan hanya perlu mengubah kebiasaan, tetapi juga memperhatikan siapa yang selama ini memengaruhimu.

Sumber: James Clear, Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa.

Bagikan artikel ini

Diskusi

Tanya Jawab Artikel Ini

Anda harus masuk terlebih dahulu untuk mengajukan pertanyaan.

Masuk untuk Bertanya
Komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Sudah punya akun? Masuk untuk berkomentar dengan nama akun Anda.

Punya cerita untuk dibagikan?

Bergabunglah menjadi author dan terbitkan tulisan Anda di Qurrota A'yun.

💬 Tanya Dong!