Daftar SPMB Sekarang Masuk

© 2026 Qurrota A'yun

Mengapa Islam Sangat Memperhatikan Kebersihan
Kaidah Islami

Mengapa Islam Sangat Memperhatikan Kebersihan

FHN
Fauzal Habib Nasution., B.A.,M.S.I
Penulis
8 menit baca

Islam sangat memperhatikan kebersihan. Ketahui makna thaharah, keutamaan bersuci, serta hubungan kebersihan dengan iman, ibadah, dan kecintaan Allah kepada hamba-Nya.

Mengapa Islam Sangat Memperhatikan Kebersihan?

Pernahkah kita bertanya-tanya, kenapa islam sangat mengatur secara rinci urusan kebersihan? Mulai dari wudhu sebelum shalat, mandi janabah, istinja’, hingga larangan membiarkan najis menempel pada pakaian dan badan. Padahal sebagian orang menganggap kebersihan hanyalah perkara Kesehatan atau kebiasaan hidup. Dalam islam, kedudukan yang lebih dari sekedar itu. Ia bukan hanya sekedar urusan fisik, tetapi juga bagian dari ibadah yang diberi ganjaran jika niatnya baik dan kesempurnaan iman.

Allah Mencintai Orang-Orang yang Bersuci

Allah Ta’ala berfirman,

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

"Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran.” Maka, jauhilah para istri (dari melakukan hubungan intim) pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka (untuk melakukan hubungan intim) hingga mereka suci (habis masa haid). Apabila mereka benar-benar suci (setelah mandi wajib), campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri." (QS: Al-Baqarah: 222)

Faedah Ayat

1. Diharamkan berjima’ (hubungan badan) dengan istri Ketika haid. Adapun bentuk interaksi lainnya seperti duduk Bersama, makan Bersama, atau bermesraan selain jima’, tetap diperbolehkan.

2. Ketaatan seorang muslim dibangun di atas perintah Allah, yakni mendatangi istri dengan cara yang dihalalkan Allah, bukan mengikuti hawa nafsu. Seorang mukmin seyogyanya menjadikan syariat sebagai pengatur keinginannya.

3. Taubat dan kesucian salah satu sebab mendapatkan cinta Allah. Menurut Imam Al-Baghawy, ayat ini menggabungkan dua bentuk kesempurnaan seorang hamba:

  • Membersihkan batin dari dosa dengan taubat.

  • Membersihkan lahir dengan air dari hadats dan najis dengan thaharah.

Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam telah mengabarkan kondisi seorang hamba jika telah dicintai oleh Allah Subhanahu Wata’ala, Rasulullah bersabda dalam hadits qudsi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ : «إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيّاً فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ. وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ. وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا. وَلَئِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيْذَنَّهُ» رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘slaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Barangsiapa yang menyakiti waliku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai selain apa yang Aku wajibkan baginya. Hamba-Ku senantiasa mendekat diri kepada-Ku dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Apabila aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku, pasti aku beri. Jika dia meminta perlindungan kepada-Ku pasti aku lindungi.”[HR. Bukhari, no. 6502]. Cinta Allah terhadap seorang hamba menjadikannya sebagai wali-Nya.

Kemudian Rasulullah sampaikan juga dalam suatu hadits:

إِذَا أحَبَّ اللَّهُ العَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ: إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فأحْبِبْهُ، فيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، فيُنَادِي جِبْرِيلُ في أهْلِ السَّمَاءِ: إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فأحِبُّوهُ، فيُحِبُّهُ أهْلُ السَّمَاءِ، ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأرْضِ.

“Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berfirman: Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah ia. Maka Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit: Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah ia. Maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Selanjutnya, Allah menjadikan penerimaan (simpati dan kecintaan) terhadapnya di bumi.”(HR. Al-Bukhari, no. 3209; juga diriwayatkan oleh Muslim, no. 2637). Begitulah kedudukan seorang hamba yang telah Allah cintai. Betapa meruginya seseorang jika hidup puluhan, ratusan tahun di dunia, mengejar berbagai bentuk cinta dan pengakuan manusia, tetapi tidak pernah berusaha mendapatkan cinta Allah. Sebab Ketika Allah mencintai seseorang, makai a telah memperoleh kunci seluruh kebaikan. Hatinya akan dipenuhi ketenangan, hidupnya diberkahi, doanya didengar, langkahnya dibimbing, dan pada hari kiamat akan mendapatkan keridhaan Rabb yang selama ini dicari.

Kebersihan Merupakan Bagian dari Iman

Hadits #223 dari kitab Shohih Muslim – Bab Keutamaan Wudhu

الطُّهورُ شَطرُ الإيمانِ، والحَمدُ للَّهِ تَملأُ الميزانَ، وسُبحانَ اللهِ والحَمدُ للَّهِ تَملَآنِ -أو تَملأُ- ما بينَ السَّمَواتِ والأرضِ، والصَّلاةُ نورٌ، والصَّدَقةُ بُرهانٌ، والصَّبرُ ضياءٌ، والقُرآنُ حُجَّةٌ لَك أو عليك، كُلُّ النَّاسِ يَغدو فبايِعٌ نَفسَه فمُعتِقُها أو موبِقُها.

”Kesucian itu separuh dari iman, (ucapan) Alhamdulillah (Segala puji hanya bagi Allah) memenuhi timbangan, (ucapannya) Subhanallah (Maha Suci Allah) dan Alhamdulillah (Segala Puji hanya bagi Allah) keduanya memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah burhan (bukti), sabar itu dhiya’ (cahaya yang disertai rasa panas). Al Qur’an itu bisa menjadi hujjah bagimu atau hujjah atasmu. Setiap orang berangkat di pagi hari sampai menjual dirinya sehingga dia membebaskannya atau membinasakannya.” (HR Muslim).

Faedah Hadits
1. Anjuran untuk bersuci dan penjelasan bahwasanya ia adalah sebagian dari iman.

2. Penjelasan tentang keutamaan bertasbih dan bertahmid.

3. Keutamaan sholat, bahwasanya ia adalah cahaya.

4. Sedekah sebagai bukti dan tanda keimanan.

5. Sabar butuh perjuangan, maka dari itu Rasulullah menggunakan kata "ضِيَاءٌ".

6. Alqur’an sebagai hujjah (pembela) bagi yang mengamalkannya, dan hujjah (pemberat) bagi yang meninggalkan dan tidak mengamalkannya.

7. Setiap manusia sedang menentukan nasibnya, ada yang berusaha membebaskan dirinya dari neraka dengan ketaatan pada Allah, ada pula yang memperturutkan hawa nafsunya sehingga membinasakannya.

Kebersihan dalam Islam pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana seorang Muslim membersihkan tubuhnya, tetapi bagaimana ia mendidik dirinya agar hidup dalam kesucian, keteraturan, dan adab.

Referensi

  • al-Baghawī, Abū Muḥammad al-Ḥusayn ibn Masʿūd al-Baghawī. Maʿālim al-Tanzīl fī Tafsīr al-Qurʾān = Tafsīr al-Baghawī (M:ʿAbd al-Razzāq al-Mahdī). Dār Iḥyāʾ al-Turāth al-ʿArabī, Bayrūt.

  • al-Bukhārī، Abū ʿAbd Allāh, Muḥammad ibn Ismāʿīl. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (M: Jamāʿah min al-ʿUlamāʾ). al-Sulṭāniyyah, bi-al-Maṭbaʿah al-Kubrā al-Amīriyyah, bi-Būlāq, Miṣr, 1311 H.

  • Muslim، Abū al-Ḥusayn Muslim ibn al-Ḥajjāj. Ṣaḥīḥ Muslim (M: Muḥammad Dhihnī Afandī). Dār al-Ṭibāʿah al-ʿĀmirah, Turkiyā.

Ditulis di Jakarta (Kamis, 17 September 2026/05 Rabiul Akhir 1448 H).

Carousel

Bagikan artikel ini

Diskusi

Tanya Jawab Artikel Ini

Anda harus masuk terlebih dahulu untuk mengajukan pertanyaan.

Masuk untuk Bertanya
Komentar

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Sudah punya akun? Masuk untuk berkomentar dengan nama akun Anda.

Punya cerita untuk dibagikan?

Bergabunglah menjadi author dan terbitkan tulisan Anda di Qurrota A'yun.

💬 Tanya Dong!